Posisi Tidur Untuk Ibu Hamil yang Baik

Tidur merupakan suatu keadaan istirahat yang penting bagi kesehatan. Tidur menjadi kebutuhan utama untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh setelah seharian beraktifitas. Seperti yang dikemukakan John Peever, dikutip dari kompas.com bahwa tidur sangat berguna untuk memulihkan kesegaran tubuh dan pikiran. Direktur Laboratorium Biologi Sistem Saraf di Universitas Toronto tersebut juga berpendapat kalau tidur mampu membersihkan memori-memori buruk di otak, dan memaksimalkan daya ingat saat belajar.

Nah berbicara tentang tidur, setiap orang memiliki gaya tidur yang berbeda-beda. Ada yang tidur terlentang, tengkurap bahkan menyamping. Itu bagi orang yang normal, dalam arti tidak ada gangguan atau suatu hal yang menyebabkan seseorang tidak bisa melakukan hal tersebut. Bagaimana dengan ibu hamil terlebih apabila usia kandungan sudah "tua" dan perut sudah mulai membesar. Dapatkan seorang ibu yang sedang hamil besar tidur dengan gaya atau posisi yang leluasa? Tentu saja  tidak. Lalu dari beberapa posisi tidur ini manakah yang baik untuk ibu hamil? Dalam hal ini, posisi tidur ibu hamil jangan dianggap sepele. Bagaiman tidak, janin yang mulai membesar tentu bisa membuat posisi menjadi serba salah dan ibu akan mengalami kesulitan untuk bergerak. Apa efeknya? Posisi tidur yang salah bisa mengundang berbagai masalah kesehatan, seperti pembengkakan kaki, nyeri otot, penurunan tekanan darah, atau justru sebaliknya yaitu meningkatnya tekanan darah.
Dari alodokter.com, berikut akan saya bahas beberapa point tentang posisi tidur yang baik bagi ibu hamil.

Ibu hamil pasti akan mengalami kesulitan untuk tidur nyenyak di malam hari karena berbagai gangguan, mulai dari sesak napas, sakit punggung, kram kaki, konstipasi, rasa nyeri di ulu hati, atau jantung berdebar. Nah untuk membantu menjaga kualitas tidur di malam hari, buatlah rutinitas tidur dan bangun tidur di waktu yang sama setiap harinya. Lakukan juga relaksasi sebelum tidur, seperti minum susu hangat + madu, serta hindari minum minuman bersoda atau mengandung kafein.

Mengikuti senam hamil secara rutin juga dapat membuat tubuh lebih bugar. Selain itu, berinteraksi dengan sesama ibu hamil juga penting karena dapat menjadi kesempatan berbagi cerita dan menimba pengalaman untuk mengurangi kecemasan terutama bagi ibu muda yang baru pertama hamil.
Kemudian jika mengalami kram pada kaki hingga terbangun dari tidur, cobalah untuk memijakkan telapak kaki ke dinding dan dorong perlahan hingga terasa tarikan pada otot betis dan belakang paha. Tahan selama beberapa saat sampai kram reda. Pastikan juga mendapatkan kalsium yang cukup untuk mengurangi kram pada kaki. Selain itu, berbagai nutrisi penting lain bisa didapatkan dengan mengonsumsi sayuran, buah, dan susu secara seimbang. Untuk mencukupi kebutuhan gizi, ibu hamil juga perlu mengonsumsi vitamin prenatal. Dan jangan lupa rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin.

Oke, kembali ke posisi tidur yang baik bagi ibu hamil... Berikut beberapa informasi seputar posisi tidur ibu hamil yang direkomendasikan.

Yang pertama Hindari posisi telentang
Setelah memasuki usia kehamilan trimester kedua, terutama setelah bulan kelima, ibu hamil dianjurkan untuk tidak tidur dalam posisi terlentang. Kenapa?? Karen tekanan pada pembuluh darah besar, yaitu aorta dan vena cava inferior, bisa meningkat bila ibu hamil tidur dalam posisi telentang. Tekanan ini bisa menghambat peredaran darah ke tubuh ibu, termasuk ke janin.

Kedua Menyamping ke kiri
Sebagian ahli menganjurkan ibu hamil untuk tidur dalam posisi menyamping ke kiri. Hal ini bertujuan memperlancar sirkulasi darah, baik yang menuju jantung maupun yang menuju ke rahim, janin, dan ginjal. Selain itu, berbaring menyamping ke kiri membuat lambung berada pada posisi yang nyaman dan tidak menekan organ hati yang terletak di sisi kanan.

Posisi tidur menyamping ke kiri juga dapat mengurangi pembengkakan pada pergelangan kaki, tungkai kaki, dan tangan. Hal itu karena posisi tersebut membantu ginjal bekerja lebih leluasa dalam membersihkan zat sisa dan cairan dari tubuh. Bila ginjal menahan cairan dan zat sisa, ibu hamil bisa mengalami pembengkakan atau edema.

Namun, sebagian ahli menyatakan tidak perlu terlalu memusingkan apakah menyamping ke kiri atau ke kanan, selama posisi tersebut membuat ibu hamil merasa nyaman.

Ketiga Gunakan bantal
Bantal dapat membantu menjadikan posisi tidur ibu hamil terasa lebih nyaman. Bila ibu hamil merasa seesa napas atau napas terasa berat, letakkan bantal di bawah sisi samping tubuh untuk menaikkan posisi dada. Bila ibu hamil merasakan nyeri pada ulu hati, letakkan beberapa bantal untuk mengganjal kepala dan punggung agar posisi badan bagian atas menjadi lebih tinggi. Ibu hamil bisa tidur dalam posisi setengah duduk untuk membantu asam lambung tidak naik. Sementara itu, untuk menyangga tubuh dalam posisi menyamping ke kiri, Anda dapat meletakkan bantal di bagian samping perut dan di antara kedua tungkai atau lutut. Ibu hamil juga bisa menggunakan bantal khusus ibu hamil untuk membuat tidur menjadi lebih nyaman. Semoga bermanfaat...
Sumber: alodokter.com
LihatTutupKomentar